
J&T Express di Sentani, Papua, mendapat sorotan tajam dari masyarakat setempat yang tidak puas dengan layanan pengiriman barang. Beberapa komentar negatif mencuat di kolom saran Google Maps, menggambarkan pengalaman yang mengecewakan.
Sejumlah pelanggan mengeluhkan bahwa barang mereka tidak diantar ke alamat, melainkan harus diambil sendiri di konter J&T. Antrian panjang, petugas yang minim, dan sikap kurang ramah menjadi sorotan utama.
Kritik juga datang terkait ukuran kantor J&T yang dianggap tidak sebanding dengan kebutuhan di kota besar seperti Sentani. Masyarakat menuntut kecepatan dalam proses pengambilan barang dan saran untuk menambah jumlah karyawan guna mempercepat layanan.
Beberapa pelanggan merasa tertipu dengan sebutan "delivery service" karena barang yang tiba di Sentani tidak diantarkan ke alamat. Komunikasi yang lambat dan antrian panjang membuat pengalaman pelanggan menjadi tidak menyenangkan.
Keluhan lain mencakup kinerja pegawai yang dianggap kurang memuaskan, seperti informasi paket yang tidak akurat dan proses pengambilan yang memakan waktu.
Sebuah kejanggalan lain terjadi pada pengiriman dengan metode COD, di mana pelanggan mengeluhkan bahwa meskipun paket sudah sampai, tidak diantarkan ke rumah, bahkan diancam akan dikembalikan jika tidak segera diambil.
Masyarakat mendesak J&T Express Sentani untuk segera memperbaiki pelayanan demi kepuasan pelanggan dan menjaga reputasi perusahaan. Saat ini, J&T Express belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang dilayangkan oleh pelanggan.
